Wys tans plasings met die etiket ruteng. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket ruteng. Wys alle plasings

Maandag 01 April 2013

Flores dalam gambar

halaman ini menampilkan gambar apa saja yang berhubungan dengan flores































kota/kabupaten di Pulau Flores_Manggarai/Ruteng

Kabupaten Manggarai adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten adalah Ruteng. Luas wilayahnya adalah 7.136,4 km², termasuk pulau Komodo dengan jumlah penduduk 504.163 jiwa.
Desa Cumbi di Manggarai tempo doeloe.
Kabupaten Manggarai dikenal dengan pertaniannya, antara lain : kopi, cengkeh, vanili, cokelat, dan masih banyak yang lainnya. Orang Manggarai juga terkenal dengan keramahtamahannya.
Salah satu tarian yang terkenal dari Manggarai adalah tarian caci yang sudah terkenal di banyak negara seperti Eropa dan Australia.
25/06/2006

BENTUK LAMBANG
KABUPATEN MANGGARAI

1. Bentuk lambang Daerah Manggarai ialah ”PRISAI” bersisi lima yang mempunyai arti:
a. Prisai melambangkan alat pertahanan dan perlindungan seluruh rakyat;
b. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara.
2. Tata warna lambang berupa kuning, hijau, merah dan hitam diambil dari warna kain tenun rakyat daerah Manggarai yang mempunyai arti:
a. Kuning adalah keluhuran dan keagungan serta kejayaan;
b. Hijau adalah harapan masa depan atas dasar potensi yang ada di daerah;
c. Merah adalah keberanian;
d. Hitam adalah teguh dan abadi;
3. Lambang berisikan Rumah Adat melambangkan:
a. Alat pemersatu seluruh rakyat dalam satu kesatuan dan persatuan nasional dalam setiap derap langkah pembangunan mental dan fisik yang mencerminan dalam tingkat kebudayaan, peradaban dan perjuangan hidup dari zaman ke zaman;
b. Sembilan tiang Rumah Adat memperteguh adanya pendirian bahwa seorang bayi yang baru dilahirkan setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu adalah harapan bangsa.
4. Lukisan Gasing yang terdapat pada puncak rumah adat melambangkan keabdian dan keagungan Tuhan yang maha penyayang memberi dan menyinari segala yang hidup serta menyelenggarakan seluruh pusaran tata kehidupan daerah khususnya dan rakyak Indonesia pada umumnya.
5. Lukisan sepuluh (10) batang tulang ijuk (rimang) diatas kepala manusia melambangkan 10 jari tangan manusia menunjukan bahwa rakyat Manggarai senantiasa memuliakan Tuhan dan memohon berkat dan perlindunganNya.
6. Kepala manusia bertanduk mengandung arti bahwa rakyat didaerah Manggarai adalah manusia banteng dan atau manusia yang kokoh, kuat dan berani serta berkemauan bagaikan baja dalam menghadapi tantangan hidup.
7. Lilitan tali ijuk yang terdapat dibawah kepala manusia bertanduk yang mengikat seluruh kasau dan ujung atas atap ijuk melambangkan:
a. Bhineka Tunggal Ikha, keutuhan rasa kesatuan yang kokoh mengikat seluruh segi kehidupan rakyat didaerah yang tidak mudah terpengaruh;
b. Keutuhan dalam mufakat dan musyawarah yang melembaga dalam kehidupan seluruh rakyat daerah Manggarai.
8. Buaya darat (Varanus Commodoensis) sebagai satu-satunya reptil pra sejarah yang masih tetap hidup di daerah Manggarai, berwarna kuning berbintik coklat dan berdiri dalam keadaan siaga di depan rumah adat melambangjan:
a. Daya tahan hidup seluruh rakyat daerah dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup;
b. Kesiapsiagaan yang penuh ketenangan, kecermatan kewaspadaan dan kecekatan dalam setiap gerak kehidupan seluruh rakyat didaerah;
c. Museum bagi binatang jenis reptil pra sejarah yang bernilai tinggi untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
9. Lukisan satu tangkai kopi dengan 14 butir dan 8 daun kopi serta satu tangkai padi dengan 58 bulir padi melambangkan:
a. Potensi Daerah Manggarai dalam perjuangan untuk mempertinggi taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat;
b. Tanggal dan Tahun berdirinya Daerah Tingkat II Manggarai secara yuridis formil 14 agustus 1958.
10. Pita merah dengan tulisan ”KABUPATEN MANGGARAI” melambangkan: keberanian, sedangkan tulisan hitam diatas pita merah melambangkan keteguhan dan pendirian yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi segala tantangan hidup.
11. Ukuran Lambang:
a. Lebar prisai  : 22 cm
b. Tinggi prisai  : 18,5 cm kiri/kanan
c. Tinggi prisai tengah  : 24 cm

Kota/kabupaten di Flores_Manggarai Barat/Labuan Bajo

Kabupaten Manggarai Barat, Yang Akrab Disapa Dengan Singkatan Mabar Ini Adalah Sebuah Kabupaten Yang Terletak Di Bagian Barat Pulau Flores, Didalam Wilayah Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur). Ibukota Kabupaten Manggarai Barat Ini Adalah Kota Labuan Bajo. Secara Geografis, Letak Kabupaten Manggarai Barat Berbatasan Langsung Dengan Kabupaten Manggarai. Kabupaten Manggarai Barat Merupakan Hasil Pemekaran Wilayah Administratif Kabupaten Manggarai, Melalui UU RI No. 8 Tahun 2003. Hasil Pemekaran Ini Menjadikan Wilayah Kabupaten Manggarai Barat Ini Sebagai Sebuah Wilayah Otonomi Dengan Nama Kabupaten Adalah Kabupaten Manggarai Barat.
 Akses Dari Dan Keluar Kabupaten Manggarai Barat, Dapat Terakomodir Melalui Jalur Pelabuhan laut Di Labuan Bajo, Yang Menyediakan Banyak Jasa Traveling Termasuk Melayani Penyebrangan Dari Pulau Flores Ke Bima. Sedangkan Akses Transportasi Udara Dari Dan Keluar Wilayah Manggarai Barat Dapat Menggunakan Bandar Udara Komodo Yang Telah Dapat Disinggahi Oleh Pesawat Sedang Berjenis Fokker 28. Manggarai Barat Seperti Juga Kawasan lain Di Pulau Flores Seperti Manggarai, Manggarai Timur,  Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Dan Kabupaten Flores Timur, Menyimpan Banyak Ragam Kebudayaan NTT (Nusa Tenggara Timur) Yang Belum Terekspos Secara Gamblang.